Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Mengganti garam dapur dengan garam rendah natrium yang mengandung kalium terbukti membantu menurunkan risiko stroke pada penderita hipertensi — dengan syarat ginjal sehat.
Diperbarui 21 Okt 2026 · 1 menit baca · Ditinjau dari sumber medis terbuka (lihat referensi)

Hipertensi adalah tekanan darah yang terus-menerus ≥140/90 mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala, padahal meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, sekitar 3 dari 10 orang dewasa Indonesia memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan hasil pengukuran — sebagian besar tidak menyadarinya.
Natrium, kalium, dan tekanan darah
Asupan natrium (dari garam) yang tinggi menaikkan tekanan darah, sementara kalium membantu menurunkannya. WHO menganjurkan asupan natrium kurang dari 2 gram per hari (setara ± 5 gram garam atau 1 sendok teh, dari seluruh makanan). Pada Januari 2025, WHO menambahkan rekomendasi: bila memakai garam meja, gantilah dengan garam pengganti rendah natrium yang mengandung kalium — rekomendasi ini untuk orang dewasa umum, tidak untuk ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan gangguan ginjal.
Bukti terkuat datang dari studi SSaSS (New England Journal of Medicine, 2021) yang melibatkan hampir 21.000 orang di 600 desa di Tiongkok: kelompok yang memakai garam pengganti (75% NaCl, 25% KCl) mengalami lebih sedikit stroke, kejadian jantung, dan kematian dibanding pemakai garam biasa.
Cara memakai garam rendah natrium
- Gunakan sebagai pengganti garam dapur saat memasak dan di meja makan — bukan tambahan di samping garam biasa.
- Pakai secukupnya; rasa asinnya sedikit berbeda, biasanya lidah terbiasa dalam 1–2 minggu.
- Kurangi juga sumber natrium tersembunyi: mi instan, kecap, saus, makanan kalengan, camilan asin, dan makanan olahan.
- Perbanyak sayur, buah, dan kacang-kacangan; tetap minum obat tekanan darah sesuai resep dokter.
Siapa yang harus bertanya ke dokter dulu?
Garam rendah natrium adalah bagian dari pola makan sehat, bukan obat hipertensi.
Referensi
- World Health Organization. Use of lower-sodium salt substitutes: WHO guideline. Januari 2025. who.int
- Neal B, Wu Y, Feng X, dkk. Effect of Salt Substitution on Cardiovascular Events and Death. New England Journal of Medicine 2021;385:1067–1077. nejm.org
- World Health Organization. Sodium reduction — fact sheet. who.int
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. badankebijakan.kemkes.go.id
Mungkin juga relevan

Sinusitis & hidung tersumbat
Bilas hidung dengan larutan garam isotonis membantu mengencerkan lendir, membersihkan rongga hidung, dan meredakan rasa tersumbat pada sinusitis.

Rinitis alergi (alergi debu & serbuk)
Bersin-bersin, hidung gatal dan meler karena debu atau serbuk sari? Bilas hidung dengan larutan garam membantu membersihkan alergen dari rongga hidung.

Radang tenggorokan & pilek
Kumur air garam hangat dan bilas hidung adalah cara sederhana untuk membantu meredakan tenggorokan perih dan hidung meler saat pilek.

Luka ringan & lecet
Larutan garam isotonis 0,9% dari air matang dapat dipakai membersihkan luka gores dan lecet ringan tanpa rasa perih berlebih.