Kurangi natrium, tambah kalium: panduan garam rendah natrium
WHO kini menyarankan garam pengganti yang mengandung kalium untuk orang dewasa. Apa buktinya, bagaimana memakainya, dan siapa yang harus berhati-hati?
Diperbarui 21 Okt 2026 · 2 menit baca · Tim Roomdev

Rata-rata orang dewasa di dunia mengonsumsi sekitar 11 gram garam per hari — lebih dari dua kali batas yang dianjurkan WHO (kurang dari 5 gram, atau natrium kurang dari 2 gram). Kelebihan natrium menaikkan tekanan darah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Peran kalium
Kalium bekerja berlawanan dengan natrium: membantu tubuh membuang natrium dan melemaskan dinding pembuluh darah. Karena itu muncul ide garam pengganti rendah natrium: sebagian natrium klorida (NaCl) diganti kalium klorida (KCl). Rasa asinnya tetap, tetapi natriumnya berkurang dan kaliumnya bertambah.
Apa buktinya?
- Studi SSaSS (NEJM, 2021): hampir 21.000 orang berusia lanjut dengan riwayat stroke atau hipertensi di pedesaan Tiongkok. Desa yang memakai garam pengganti (75% NaCl / 25% KCl) mengalami lebih sedikit stroke, kejadian kardiovaskular berat, dan kematian dalam sekitar 5 tahun, tanpa peningkatan kejadian serius akibat kalium tinggi pada peserta.
- Pedoman WHO (Januari 2025): merekomendasikan pengurangan natrium < 2 g/hari, dan bila memakai garam meja, menggantinya dengan garam rendah natrium yang mengandung kalium. Rekomendasi ini untuk orang dewasa umum, tidak untuk ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan gangguan ginjal atau kondisi lain yang mengganggu pembuangan kalium.
Tips beralih ke garam rendah natrium
- Ganti, jangan tambah. Simpan garam lama, pakai garam pengganti untuk memasak dan di meja makan.
- Mulai bertahap. Lidah biasanya beradaptasi dalam 1–2 minggu. Bumbu seperti bawang, jahe, serai, jeruk nipis, dan rempah membantu masakan tetap sedap.
- Waspadai natrium tersembunyi. Sebagian besar natrium datang dari makanan olahan: mi instan, kecap, saus, kaldu bubuk, ikan asin, camilan. Baca label gizi.
- Pantau tekanan darah secara rutin dan tetap minum obat sesuai resep.
Referensi
Artikel lainnya

Cara bilas hidung yang benar & aman di rumah
Takaran garam yang pas, air yang aman, posisi kepala, dan cara merawat botol bilas — semua yang perlu Anda tahu sebelum mencoba bilas hidung.

Garam farmasi (PG-USP) vs garam dapur: apa bedanya?
Kemurnian, bahan tambahan, yodium, dan pengujian per batch — kenapa garam untuk bilas hidung atau diet khusus sebaiknya bukan garam dapur biasa.

Diet rendah yodium sebelum terapi iodium radioaktif
Apa saja yang boleh dan sebaiknya dihindari selama diet rendah yodium, plus contoh menu sederhana untuk dimasak di rumah.