Kenyamanan:nyaman
Efektivitas:membersihkan lendir pada hidung
Pengiriman cepet banget dan kemasan masih tersegel
Nasalt Toples
Garam NaCl 99,6% kualitas farmasi (PG-USP) tanpa yodium & tanpa anti-kempal - untuk larutan bilas hidung, kumur, dan membersihkan luka ringan. Toples 440 g.
Spesifikasi
- Kemurnian 99,6% NaCl, Pharmaceutical Grade (PG-USP)
- Tanpa yodium (tambahan maupun alami)
- Tanpa anti-kempal & pengawet, non-refinasi
- Kristal halus, mudah larut
- Netto 440 gram, toples food grade
- Data lab tersedia per batch
Larutan Isotonik 0,9%
Nasalt NaCl adalah garam murni bermutu Pharmaceutical Grade USP tanpa yodium, tanpa refinasi, dan tanpa pengawet. Dilarutkan pada kadar 0,9%, larutannya sama pekatnya dengan cairan tubuh (isotonik), sehingga lembut dan tidak perih saat dipakai di hidung, tenggorokan, dan luka.
2,25 gram setara kurang lebih ½ sendok teh. Sebaiknya ditimbang agar kadarnya tepat, karena larutan yang terlalu pekat bisa terasa perih.
Air yang Dipakai
Gunakan air matang yang sudah didinginkan sampai suam-kuku (didihkan 3-5 menit), air distilasi, atau air steril. Jangan memakai air keran mentah untuk hidung. Buat larutan segar setiap hari dan simpan sisanya di wadah bersih bertutup, maksimal 24 jam.
Kegunaan Nasalt NaCl
Ketuk tiap kegunaan untuk melihat penjelasan dan cara pakainya.
Irigasi hidung untuk sinusitis
Umum dipakai
Larutan isotonik 0,9% dipakai untuk membilas hidung dan sinus: membantu membawa keluar lendir kental, debu, dan alergen, sehingga hidung terasa lebih lega. Banyak dokter menyarankannya sebagai pendamping pengobatan sinusitis dan hidung tersumbat.
- Buat larutan 0,9% dengan air yang aman (lihat bagian "Air yang Dipakai"), suam-kuku.
- Cuci tangan, lalu condongkan kepala ke samping di atas wastafel dan bernapas lewat mulut.
- Alirkan larutan perlahan ke satu lubang hidung dengan botol semprot, neti pot, atau spuit tanpa jarum, sampai keluar dari lubang hidung lain.
- Ulangi di sisi sebelahnya, lalu hembuskan hidung dengan lembut.
- Cuci alat dengan air bersih dan keringkan setiap selesai dipakai.
Flu dan pilek
Umum dipakai
Saat pilek, bilas hidung membantu mengencerkan dan membuang lendir sehingga napas terasa lebih nyaman. Lendir yang terbuang ikut membawa kuman dan partikel yang terperangkap di dalamnya, sehingga bilas hidung membantu mengurangi kesempatan kuman berkembang biak dan menjaga saluran napas atas tetap bersih. Pada anak usia 6-10 tahun, penelitian menunjukkan perbaikan pada sebagian gejala seperti hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan. Pada bayi, sekitar 4 dari 10 kurang nyaman dengan tetes saline, jadi gunakan dengan lembut dan tanyakan ke dokter anak.
Batuk dan tenggorokan (berkumur)
Bukti terbatas
Berkumur dengan larutan 0,9% suam-kuku bisa memberi rasa nyaman sementara pada tenggorokan yang gatal atau nyeri. Bukti ilmiahnya masih terbatas, jadi anggap ini sebagai perawatan pendukung.
- Ambil seteguk larutan suam-kuku, dongakkan kepala, lalu berkumur selama 15-30 detik.
- Buang, jangan ditelan. Ulangi beberapa kali sehari bila perlu.
Terapi nebulizer
Dengan arahan tenaga medis
Larutan NaCl 0,9% memang lazim dipakai sebagai cairan nebulizer atau pengencer obat hirup. Karena uapnya masuk langsung ke saluran napas bawah, kebersihan larutan sangat menentukan. Larutan yang diracik sendiri tidak dijamin steril, jadi untuk nebulizer gunakan hanya atas anjuran dokter, dan terutama untuk bayi, anak, penderita asma berat, atau daya tahan tubuh lemah, pilih ampul NaCl 0,9% steril siap pakai.
- Pakai hanya bila dokter menganjurkan, dengan air steril (aquabidest atau air untuk injeksi).
- Buat segar setiap kali pakai, buang sisa di alat, dan jangan disimpan.
- Bersihkan dan keringkan perangkat nebulizer sesuai petunjuk pabrik.
Obat kumur
Umum dipakai
Berkumur dengan larutan 0,9% suam-kuku membantu menyegarkan mulut dan meredakan nyeri atau bengkak ringan pada gusi. Panduan antimikroba NHS Scotland menyebut kumur saline untuk radang gusi sederhana, dan tinjauan sistematis atas tujuh penelitian mendapati kumur larutan garam berkaitan dengan berkurangnya plak dan perdarahan gusi, meski sedikit di bawah obat kumur chlorhexidine dan jumlah penelitiannya masih sedikit.
- Larutkan 2,25 gram Nasalt NaCl (kurang lebih setengah sendok teh) dalam 250 ml air matang suam-kuku.
- Berkumur 30 detik sampai 1 menit, lalu buang. Jangan ditelan.
- Ulangi 2-3 kali sehari bila perlu, dan buat larutan baru setiap kali.
Sariawan
Bukti terbatas
Sariawan (stomatitis aftosa) umumnya sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Kumur larutan 0,9% bisa dipakai sebagai perawatan pendukung untuk menjaga mulut tetap bersih dan memberi rasa nyaman. Bukti ilmiahnya terbatas, jadi ini bukan obat sariawan.
- Berkumur dengan larutan 0,9% suam-kuku seperti pada obat kumur, terutama setelah makan.
- Hindari makanan pedas, asam, atau keras selama sariawan masih nyeri.
- Jangan mengorek atau memencet sariawan.
Membersihkan luka ringan
Umum dipakai
Larutan isotonik 0,9% lembut di luka dan tidak perih. Fungsinya membilas kotoran dan serpihan dari luka, bukan membunuh kuman. Larutan garam bukan antiseptik, jadi kebersihan tangan, air, dan penutup luka tetap penting.
- Cuci tangan, lalu bilas luka dengan larutan 0,9% yang suam-kuku sampai kotoran terangkat.
- Keringkan kulit di sekitar luka dengan kasa bersih, tanpa menggosok luka.
- Tutup dengan kasa steril atau plester luka, lalu ganti setiap hari atau saat basah dan kotor.
Luka diabetes
Dengan arahan tenaga medis
Pedoman penanganan luka kaki diabetes (IWGDF) menyebut luka dibilas dengan air bersih atau larutan saline. Namun luka pada penderita diabetes mudah terinfeksi dan lambat sembuh, jadi bilas dengan Nasalt hanyalah bagian kecil dari perawatan. Pembersihan jaringan mati (debridement) dan pemilihan balutan dilakukan oleh dokter atau perawat luka.
- Periksakan setiap luka kaki baru ke dokter atau perawat luka, jangan hanya dirawat sendiri.
- Bila diarahkan merawat di rumah, ikuti cara dan frekuensi yang diberikan tenaga medis.
- Periksa kaki setiap hari, termasuk sela jari dan telapak kaki.
Luka tindik (piercing)
Umum dipakai
Perawatan tindik baru yang lazim adalah membilas atau mengompres dengan larutan garam yang lembut. Kuncinya larutan yang tidak terlalu pekat, karena larutan terlalu asin justru mengiritasi. Larutan 0,9% pas untuk itu. Garam tanpa yodium seperti Nasalt NaCl juga sesuai untuk perawatan tindik.
- Cuci tangan lebih dulu, jangan memutar atau menarik perhiasan tindik.
- Kompres atau bilas area tindik dengan larutan 0,9% suam-kuku, umumnya 1-2 kali sehari atau sesuai arahan piercer Anda.
- Keringkan dengan tisu atau kasa bersih. Buat larutan baru setiap hari.